Sabtu, 06 Desember 2014

Mitos Salah Terkait Virus Ebola



Ribuan penduduk benua hitam (Afrika) menjadi korban keganasan virus Ebola yang merambat begitu cepat ke beberapa Negara. Para ahli dan relawan yang ikut berpartisipasi menghalau penyebaran Ebola memperingatkan akan pentingnya pemahaman yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan virus ini.
Sebagaimana dipublikasi oleh BBC, ada beberapa hal yang sebenarnya hanya mitos belaka terkait penyebaran virus Ebola ini, berikut ulasannya:
Tidak Mungkin Terpapar dari Penderita yang Meninggal
Salah satu mitos tidak benar yang menyebar erkait dengan virus Ebola adalah kesimpulan yang menyebutkan bahwa penularan virus Ebola tidak terjadi lewat penedrita yang telah meninggal dunia, fakta yang benar di lapangan justru sebalinya, bahkan WHO memperingatkan agar mereka yang menangani jenazah penderita Ebola harus yang benar-benar ahli dan berpakaian dengan pakaian pengaman yang lengkap agar tidak tertular melalui jenazah penderita Ebola.
Tidak Menular Melalui Hubungan Seks
Mitos lain yang tersebar terkaiat dengan virus Ebola ini adalah penyebaran melalui hubungan seks, sejatinya para ahli kesehatan mengatakan bahwa virus ini menyebar melalui cairan tubuh, termasuk cairan tubuh yang bisa menjadi jalan penyebaran adalah air mani.
Oleh karena itu, hindari hubungan seksual jika pasangan terjangkit virus berbahaya ini.
Petugas Kesehatan Pembawa Virus
Peristiwa unik ini terjadi di Negara Guinea ketika para petugas kesehatan dan para relawan harus diusir oleh penduduk setempat karena ditengarai sebagai biang penyebaran virus Ebola ini, namun mitos ini sungguh tidak benar, pasalnya sebagaimana yang dikatakan oleh lembaga kesehatan dunia (WHO) penyebaran virus ini bisa jadi dari hewan liar yang terjangkit Ebola lalu terjadi kontak langsung antara hewan tersebut dengan manusia sehingga virus menjangkiti orang tersebut.
Bawang yang Masih Mentah Serta Air Garam Sebagai Pelindung
Entah dari mana datangnya, sebagian warga Nigeria yang ketakutan terjangkiti virus Ebola meminum air garam dalam jumlah yang banyak, lantas kematiaan naas menimpa mereka, WHO memperingatkan masyarakat tentang palsunya resep penangkalan Ebola ini.
Begitu pula mitos palsu yang tersebar bahwa mengkonsumsi bawang mentah rutin selama 3 hari berturut-turut atau meminum susu secara rutin bisa menghindarkan dari terjangkit virus Ebola adalah tidak benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar